- Login ke Google Adsense klik di sini.
- Setelah terbuka, lalu buat unit iklan yang kita inginkan.
- Setelah itu, login ke Google Friend Connect klik di sini. Jika sudah terbuka webnya klik link “masuk“. Masukkan username dan password account google anda.
- Setelah login, lihat menu di sebelah kiri. lalu tambahkan alamat blog anda dengan mengklik menu “Tambahkan Situs Baru”.
- Kemudian, isi data blog anda dengan lengkap nama situs web anda, url situs web anda, dan bahasa situs web anda. Pilih aja bahasa dengan bahasa Indonesia.
- Setelah berhasil memasukkan blog kita, Masih di menu sebelah kiri, klik “Adsense” untuk mendapatkan kode adsense kita.
- Lalu, klik “Asosiasikan akun Adsense”
- Setelah itu, kita akan menuju ke halaman yang sama, lalu pilih unit iklan adsense yang telah kita buat tadi pada langkah 1.
- Ambil kodenya, lalu pasang di blog anda.
- Selesai!!
Anak-Anak yang Pingen Pandai 1 title
Jadilah anak yang pandai.Agar kelah menjadi seorang pemimpin bangsa.SMK PGRI 1 MEJOBO KUDUS siap mendidik kalaian semua.
CALON PEMIMPIN UMAT 2 title
Jadilah anak yang pandai.Agar kelah menjadi seorang pemimpin bangsa.SMK PGRI 1 MEJOBO KUDUS siap mendidik kalaian semua.
PROMO BKK(BURSA KERJA)DI SOLO
Jadilah anak yang pandai.Agar kelah menjadi seorang pemimpin bangsa.SMK PGRI 1 MEJOBO KUDUS siap mendidik kalaian semua.
WISUDA DIPLOMA 3 STIMIK AKI TAHUN 2009 JURUSAN TEKNIK JARINGAN KOMPUTER
Jadilah anak yang pandai.Agar kelah menjadi seorang pemimpin bangsa.SMK PGRI 1 MEJOBO KUDUS siap mendidik kalaian semua.
Mobil Masa Depan SMK PGRI 1 KDS 5 title
Ayo Maju Terus____Kembangkan Karya-karya Anak bangsa jangan kalah dengan Bangsa Lain.SMK PGRI 1 MEJOBO KUDUS siap mendidik kalaian semua.
TIM SMK PGRI 1 KDS
Ayo Maju Terus____Kembangkan Karya-karya Anak bangsa jangan kalah dengan Bangsa Lain.SMK PGRI 1 MEJOBO KUDUS siap mendidik kalaian semua.
TIM PROGAMMER SMK PGRI 1 KDS
Ayo Maju Terus____Kembangkan Karya-karya Anak bangsa jangan kalah dengan Bangsa Lain.SMK PGRI 1 MEJOBO KUDUS siap mendidik kalaian semua.
Kamis, 23 Mei 2013
Cara Pasang Google Adsense di Blog Bahasa Indonesia
Rabu, 22 Mei 2013
KH. M. Hasyim Asy’ari
Setelah menikah, KH. Hasyim Asy’ari bersama istrinya Segera melakukan ibadah haji. Sekembalinya dari tanah suci, mertuanya menganjurkannya untuk menuntut ilmu di Makkah. Menuntut ilmu di kota mekkah sangat diidam-idamkan oleh kalangan santri saat itu, terutama dikalangan santri yang berasal dari Jawa, Madura,Sumatera dan kalimantan. Secara struktur sosial, seseorang yang mengikuti pendidikan di Makkah biasanya mendapat tempat lebih terhormat dibanding dengan orang yang belum pernah bermukim di Makkah, meski pengalaman kependidikannya masih dipertanyakan.
Dalam perjalanan pencarian ilmu pengetahuan di Makkah, KH.Hasyim Asy’ari bertemu dengan beberapa tokoh yang kemudian dijadikannya sebagai guru-gurunya dalam berbagai disiplin. Diantara guru-gurunya di Makkah yang terkenal adalah sebagai berikut. Pertama, Syaikh Mahfudh al-Tarmisi, seorang putera kyai Abdullah yang memimpin pesantren Tremas. Dikalangan kyai di Jawa, Syeikh mahfudh dikenal sebagai seorang ahli Hadist Bukhari. Kedua, Syaikh Ahmad Khatib dari Minangkabau. Syaikh Ahmad Khatib menjadi ulama bahkan sebagai guru besar yang cukup terkenal di Makkah, di samping menjadi salah seorang imam di Masjid al-Haram untuk para penganut Mazhab Syafi’i. Ketiga, KH. Hasyim Asy’ari berguru kepada sejumlah tokoh di Makkah, yakni Syaikh al-Allamah Abdul Hamid al-Darutsani dan Syaikh Muhammad Syuaib al-Maghribi. Selain iyu, ia berguru kepada Syaikh Ahmad Amin al-Athar, Sayyid Sultan ibn Hasyim, Sayyid Ahmad ibn Hasan al-Attar, Syaikh Sayid Yamay, Sayyid Alawi ibn Ahmad as-Saqaf, Sayyid Abbas Maliki, Sayyid Abdullah al-Zawawy, Syaikh Shaleh Bafadhal dan Syaikh Sultan Hasyim Dagatsani.
Diantara ilmu-ilmu pengetahuan yang dipelajari oleh KH M. Hasyim Asy’ari selama di Makkah, adalah Fiqh, dengan konsentrasi mazhab Syafi’i, ulum al-Hadist, tauhid, tafsir, tasawuf, dan ilmu alat (nahwu, sharaf, mantiq, balaghah dan lain-lain). Dari beberapa disiplin ilmu itu, yang menarik perhatian beliau adalah disiplin hadist imam Muslim. Hal ini didasarkan pada asumsi yang menyatakan bahwa untuk mendalami ilmu hukum Islam, disamping mempelajari al-Qur’an dan tafsirnya secara mendalam, juga harus memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai hadis dengan syarh dan hasyiyah-nya. Untuk itulah, disiplimn hadist menjadi yang sangat penting untuk dipelajari.
Perjalanan intelektal KH. Hasyim Asy’ari di Makkah berlangsung selama 7 tahun. Masa ini tampaknya telah membuat beliau memiliki kecakapan-kecakapan sendiri, terutama dalam pengetahuan keagamaan. Oleh karena itu, pada tahun 1900 M, beliau pulang kampung halamannya. Dalam catatan Zamarkhsyi Dhofier, setelah beberapa bulan kembali ke Jawa, beliau mengajar di pesantren Gedang, sebuah pesantren yang didirikan oleh kakeknya KH. Usman. Setelah mengajar di pesantren ini, ia membawa 28 orang santri untuk mendirikan pesantren baru dengan seizin kyainya.
Dengan dukungan itulah, diantaranya KH. Hasyim Asy’ari berpindah tempat dengan memilih daerah yang penuh tantangan yang dikenal dengan daerah ”hitam”. Tepat pada tanggal 26Rabiul Awwal 1320 H. Bertepatan dengan 6 Februari 1906 M, KH Hasyim Asy’ari mendirikan pondok pesantren Tebuireng. Di pesantren inilah banyak melakukan aktivitas-akivitas sosial-kemanusiaan sehingga ia tidak hanya berperan sebagai pimpinan pesantren secara formal, tetapi juga pemimpin kemasyarakan secara informal.
Sebagai pemimpin pesantren, beliau melakukan pengembangan instiusi pesantrenya, termasuk mengadakan pembaharuan sistem dan kurikulum. Jika pada saat itu pesantren hanya mengembangkan sistem halaqah, maka beliau mmperkenalkan sistem belajar madrasah dan memasukkan kurikulum pendidikan umum, disamping pendidikan keagamaan.
Aktifitas KH. Hasyim Asy’ari di bidang sosial yang lain adalah mendirikan organisasi Nahdhaul Ulama, bersama dengan ulama besar lainnya, seperti Syaikh Abdul Wahab da Syaikh Bishri Syansuri, pada tanggal 31 Januari 1926 atau 16 Rajab 1344 H. Organisasi yang didirkannya ini memiliki tujuan untuk memperkokoh pengetahuan keagamaan di kalangan masyarakat, sebagaimana termaktub dalam Statuten Perkoempoelan Nahdlatoul-’Oelama,;. Fatsal 2.Adapoen maksoed perkoempoelan ini jaitoe:”memegang dengan tegoeh pada salah satoe dari mazhabnja Imam empat, jaitoe Imam Moehammad bin Idris asj-Sjafi’i, Imam Malik bin Anas, Imam Aboe Hanifah an-Noeman, atau Imam bin Hambal, dan mengejakan apa saja yang menjadikan kemaslahatan Agama Islam”.
Organisasi Nahdlatul Ulama’ ini didukung oleh para ulama, terutama ulama Jawa dan komunitas pesantren. Memang pada awalnya, organisasi ini dikembangkan untuk meresponi wacana negara khilafah dan gerakan purifikasi yang dimotori oleh Rasyid Ridla di Mesir. Akan tetapi, pada perkembangannya kemudian organisasi itu melakukan rekontruksi social keagamaan yang lebih umum. Dewasa ini, Nahdlatul Ulama berkembang menjadi organisasi sosial keagamaan terbesar di Indonesia.
2. Kandungan ‘Adab al-‘Alim
- membersihkan hati dari berbagai gangguan material keduniaan dan hal-hal yang merusak sistem kepercayaan;
- membersihkan niat, dengan cara meyakini bahwa menunut ilmu hanya didedikasikan kepada Allah swt semata;
- mempergunkan kesempatan belajar (waktu)dengan sebaiknya
- merasa cukup dengan apa yang ada dan menggunakan segala sesuatu yang lebih muda sehingga tidak merasa sulit;
- pandai mengatur waktu;
- tidak berlebihan dalam makan dan minum;
- berusaha menjaga diri (wara’);
- menghindarkan makan dan minum yang menyebabkan kemalasan dan kebodohan;
- menyedikitkan waktu tidur selagi tidak merusak kesehatan;
- meninggalkan hal-hal yang kurang berfaedah.
- melakukan perenungan dan meminta petunjuk kepada Allah swt dalam memilih guru;
- belajar sungguh-sungguh dengan menemui pendidik secara langsung, tidak hanya melalui tulisan-tulisannya semata;
- mengikuti guru, terutama dalam kecerundungan pemikiran;
- memuliakan guru;
- memperhatikan hal-hal yang menjadi hak pendidik;
- bersabar terhadap kekerasan pendidik;
- berkunjung kepada guru pada tempatnya atau meminta izin terlebih dahulu;
- menempati posisi duduk dengan rapih dan sopan bila berhadapan dengannya;
- berbicara dengan halus dan lemah lembut;
- menghafal dan memperhatikan fatwa hukum, nasihat, kisah, dari para guru;
- jangan sekali-kali menyela ketika guru belum selesai menjelaskan;
- menggunakan anggota badan yang kanan bila menyerahkan sesuatu kepada pendidik.
- Etika Pendidik terhadap Pelajaran
- Etika Pendidik terhadap Peserta didik
- Etika Pendidik dan Peseta didik terhadap Buku







